Annyeonghaseyoo Yourobuun

Tahu gak gengs kalo kecerdasan anak itu menurun dari Ibunya? Ada nih penelitian yang menyatakan bahwa kecerdasan seseorang terletak di kromosom X. Karene secara genetik perempuan membawa dua kromosom X maka kecerdasan anak sebagian besar berasal dari ibunya. Namun tentu tidak sepenuhnya menurun, masih ada faktor dari lingkungan, asupan gizi, atau dari ketekunan si anak sendiri dalam pendidikan dan bagaimana ia mengasah kecerdasan itu sendiri.

Tapi eh tapiiii… ada satu hal lagi nih kenapa ibu adalah sumber kecerdasan anak. Al - Ummu Madrasatul Ula Ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anak. Peranan ibu sangat terasa pada usia emas anak. Pendidikan ibu di rumah yang mampu merangsang tumbuh kembang anak secara maksimal sangat berperan pada kecerdasan sang anak di masa mendatang.  

Kalo soal genetik, udah lah yah kita tidak bisa ganggu gugat. Tapi poinnya adalah bagaimana kita sebagai seorang ibu mengedukasi diri sendiri menjadi ibu yang cerdas dan bahagia. Jika kita terdukasi dengan baik dan juga selalu bahagia dalam hidup, kita akan mampu mengawal pendidikan anak dan merangsang tumbuh kembang dan kecerdasan anak dari rumah di masa masa usia emasnya.

Setiap ibu pasti ingin memiliki anak-anak yang cerdas, kan? Yang harus disiapkan adalah kitanya dulu nih, sebagai sekolah pertama bagi anak-anak, kita yang harus cerdas dulu, kita yang harus bahagia dulu. Nah sekarang gimana sih biar kita bisa lebih bahagia dan cerdas? Di bawah ini ada beberapa kuncian agar kita bisa lebih bahagia dan cerdas versi neng yang mungkin bisa memberikan inspirasi buat gengs semua.

Berhenti Berharap Penilaian Baik dari Orang Lain
Ini hal yang pertama harus dilakukan oleh kita agar lebih bahagia, berheti berharap penilaian baik dari orang lain. Jangan melakukan sesuatu agar dinilai baik. Karena orang lain akan selalu menemukan “kekurangan” dari apa yang kita capai atau lakukan. Sekali dua kali mungkin kita akan baik baik saja, namun jika terus terusan akan membuat kita tertekan dan tidak bahagia. Kita akan gampang “kepikiran” saat melakukan sesuatu, apakah itu sesuai dengan penilaian orang lain atau tidak.

Misal, dalam memilih sekolah untuk anak. Pilih sekolah sesuai dengan kriteria yang kita buat sendiri entah itu faktor jarak, biaya, kurikulum, basis pendidikan agama atau umum, dan banyak kriteria lain yang kita buat sendiri. Jangan memilih sekolah hanya karena teman-teman dekat atau teman arisan menyekolahkan anaknya di sana. Karena belum tentu sistem nilai dan kriteria kita sama dengan mereka.

Membaca Sebanyak Mungkin dari Berbagai Sumber Bacaan
Membaca ini wajib sih menurut neng, biar otak gak kosong. Mau kita hobi membaca atau tidak, membaca wajib dilakukan oleh semua perempuan atau ibu. Mau itu buku, majalah, tabloid, media daring, sosial media, atau apapun sumber bacaannya. Wajib terus menerus memperbarui diri dengan informasi terkini. Jangan tanya “buat apa sih neng, kita kan ibu rumah tangga?” Justru karena kita ibu rumah tangga, kita harus well educated. Tidak harus berpendidikan dari lembaga pendidikan formal tapi bagaimana kita mampu menyerap dan mengolah informasi yang kita dapatkan dari berbagai sumber bacaan. Fungsinya untuk apa? Ya agar kita memberikan pendampingan dan pengajaran yang baik bagi anak. Bukankah Ibu adalah madarasah pertama seorang anak. Jangan sampai kita menjadi ibu yang lebih percaya mitos dan hoax yah.

Jangan Berhenti Belajar Apapun
Ini ada hubungannya dengan poin di atas yah. Ibu ibu jangan berhenti belajar apapun. Karena kita tahu kurikulum pendidikan anak semakin hari semakin “sulit” bahkan mungkin bagi kita orang tua kan. Sebagai ibu kita tidak boleh lelah untuk belajar. Entah itu belajar tentang pelajaran sekolah anak-anak, belajar tentang dunia psikologi agar bagaimana tahu menghadapi anak-anak, belajar tentang parenting, atau belajar tentang apa saja yang tujuannya untuk mengkayakan ilmu untuk diri sendiri. Sehingga saat kita mendampingi anak belajar atau sedang bercakap cakap kita bisa memahami dunia mereka. Kita bisa mengimbangi apa yang sedang mereka bicarakan. Kalau sudah demikian, anak semakin dekat dengan kita. Tambah bahagia kan?

Jangan Suka Membandingkan
Ini salah satu BIG NO buat dilakukan. Jangan suka membandingkan kehidupan kita dengan kehidupan orang lain. Perkembangan anak kita dengan anak orang lain. Ukuran kebahagiaan kita dengan kebahagiaan orang lain. Hidup dengan nilai dan standar hidup yang kita miliki. Dengan mengurangi bahkan menghilangkan banding membandingkan ini dijamin deh kita bisa lebih mudah bahagia. Bersyukur dengan apapun yang kita miliki, karena semakin banyak kita bersyukur hati kita jauh lebih tenang dan bahagia.

Again and Again Me Time
Bosen kali yah teman-teman yang membaca tulisan neng beberapa waktu terakhir bahasnya me time mulu. Hehehe… Bagaimana dong emang me time itu membuat kita bisa lebih relax dan bahagia. Meskipun sejenak waktu me timenya, mampu mengurangi tingkat stress yang dihadapi oleh kebanyakan ibu rumah tangga atau ibu bekerja. Coba deh baca artikel tentang Me Time ini untuk dapat ide bagaimana cara me time yang menyenangkan.

Naaah… Jadi keep happier yah moms, karena kalo kita bahagia anak-anak akan jauh bahagia dan jadi sosok yang cerdas.

Jangan lupa bahagia…






Tulisan ini diikutsertakan dalam blog challenge Indscript Writing 'Perempuan Menulis Bahagia'




Annyeong haseyooo Yourobuuun

Masih inget gak salah satu tips yang kasih agar moms gak baperan kemarin? Belum baca artikelnya?? ish ish ish sila dibaca di sini yah


Nah kalau sudah baca, salah satu tips yang neng bagikan itu adalah menyempatkan me time. Me time buat moms selain bikin ga jadi baperan masih ada loh manfaat lainnya. Yuuk kita rumpiin satu per satu.  

Recharge Energi dan Mood
Selain bikin kita ga baperan, me time itu kaya recharge energi gitu. Bayangkan kalau kita ini semacam gawai yang dipakai terus menerus tanpa henti, baterenya pasti aus kan. Tubuh kita juga gitu, tubuh kita perlu sesekali diistirahatkan untuk semakin semangat menjalankan aktifitas setelahnya. Coba deh selipin me time sesekali di tengah keriuhan hari itu, selepasnya pasti lebih segar dan semangat lagi untuk beraktifitas kembali. Kita akan mampu berkonsentrasi dan fokus untuk melanjutkan pekerjaan.

Bentuk Rasa Terima Kasih Pada Diri Sendiri
Menyelipkan me time di tengah- tengah kesibukan kita sehari hari itu salah satunya berfungsi sebagai bentuk terima kasih pada diri sendiri. Mengapa demikian? Kadang kita “memaksa” diri melakukan hal-hal yang mungkin belum pernah dilakukan. Atau kita berhasil dengan pencapaian terbaik kita dan masih banyak hal hebat yang kita lakukan setiap harinya. Naah, perlu tuh kita memberikan reward pada diri kita sendiri. Nanti kita bahas yah Me Time apa saja yang bisa kita berikan pada diri sendiri   

Mengurangi Stress atau Depresi  
Ini yang terpenting, me time ini mengapa penting, kalau bahasa kasarannya me time ini perlu agar membuat neng tetap waras. Hehehe… Iya loh beneran, kalau kita “memaksa” tubuh dan pikiran melakukan banyak kegiatan secara terus menerus. Hanya berhenti saat makan, tidur, mandi, ibadah tanpa menyediakan waktu “menenangkan diri”, kita cenderung mudah stress dan depresi. Me time ini sebenarnya sebagai salah satu cara untuk kontrol diri. Dan patokannya ya diri kita, kalau alarm stressnya sudah nyala, take a break for awhile.

Namun, neng sadar banget deh me time untuk seorang ibu rumah tangga atau ibu bekerja itu seperti sesuatu yang mewah banget. Karena mungkin banyak di antara kita yang tidak bisa leluasa meluangkan waktu sejenak untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang kita inginkan untuk me time. Neng sudah tanya juga nih di grup Khadeeja Property yang isinya adalah mamak mamak keren yang menjadi marketing properti syariah. Tentang Me Time apa sih versi mereka. Dan jawaban yang mencengangkan adalah banyak yang hanya kegiatan-kegiatan sederhana. Apa saja itu? Yuk simak di bawah ini

ü Waktu mandi yang lebih lama
ü Bisa tidur siang sebentar
ü Ke salon untuk facial atau creambath
ü Makan mi instan gak sampai ngembang
ü Baca buku tanpa interupsi dari anak
ü Jalan-jalan dengan suami dan anak
ü Belanja kebutuhan bulanan
ü Masak
ü Nonton drama Korea atau variety show Korea
ü Menulis
ü Mengaji
ü Minum kopi perlahan-lahan sambil duduk menikmati waktu
ü Melakukan hobi

Hal hal sederhana kan? Cuma kadang yang sederhana ini juga susah sekali didapatkan oleh seorang ibu. Namuuun… Agar kita tetap waras ya gengs perlu banget deh beneran sempilin beberapa meniiit saja untuk me time and then your stress will release. try it.

Jangan lupa bahagia







Tulisan ini diikutsertakan dalam blog challenge Indscript Writing 'Perempuan Menulis Bahagia'


  
   


Annyeonghaseyo yorobuun

Hai hai hai… Selamat Hari Ibu yah untuk semua Moms yang ada di dunia dan membaca blog ini. Menjadi Moms bukan hanya seseorang yang melahirkan seorang anak. Tapi juga bagi mereka para perempuan yang mencurahkan perhatian, kasih sayang, ilmu atau segala yang dia miliki untuk orang lain. Mereka juga layak disebut Moms dan mendapatkan penghargaan malam ini.

Neng tuh sadaaar banget tugas sebagai Moms itu mahaaaa dahsyat dan melelahkan. Baik itu Moms bekerja atau Moms rumah tangga, keduanya memiliki tantangan dan tanggung jawab masing-masing. Di tengah perjuangan setiap hari yang terkesan tanpa henti itu, kadang seorang Moms dituntut untuk selalu siap dan siaga untuk segala hal. Entah itu pekerjaan rutin Moms rumah tangga seperti memasak, membersihkan rumah, mengurus anak-anak, mengatur keuangan rumah tangga, mengurus kebutuhan suami, dan banyak lagi. Atau bagi Moms bekerja harus profesional menyelesaikan tanggung jawab kerja di kantor, tapi masih kepikiran apa yang terjadi di rumah, lelah pulang kerja masih harus menyiapkan energi ekstra dan full untuk mengurus rumah, bertemu anak-anak, mengurus suami, dan lain lain.

Melelahkan ya moms? Moms semuanya luar biasa loh, neng saluuut banget…

Menghadapi tantangan dan tanggung jawab yang besar setiap harinya pasti sangat melelahkan, menguras energi, tenaga, pikiran, dan emosi. Pernah gak sih saking capeknya karena rutinitas setiap harinya, Moms merasa bapeeerr banget. Kalo pernah, jangan berkepanjangan moms… Karena Moms yang bahagia itu sumber kebahagiaan keluarga dan rumah. Bagaimana tuh ceritanya kalo Ibunya baper mulu, moody, anak anak pasti juga ikutan suntuk kan di rumah.

Neng ada beberapa resep jitu untuk membuat baper Moms pergi wush wush wusshh jauuh bangeet. Mau tahu? Yuk simak di bawah ini.

Bikin To Do List Harian
Membuat to do list harian secara disiplin ini sangat membantu Moms untuk menjalani rutinitas harian. Moms bisa memperhitungkan berapa lama durasi tiap perkerjaan sehingga kita bisa tahu pekerjaan mana yang urgent dikerjakan lebih dulu. Selain itu dengan membuat to do list kita bisa juga mempertimbangkan waktu istirahat.
Menyelipkan waktu istirahat ini penting untuk mengistirahatkan tubuh dan pikiran Moms dari penat. Nah selain itu, fungsi to do list ini juga membantu moms lebih kreatif membuat kegiatan di rumah atau pekerjaan di rumah lebih variatif dan menyenangkan. Coba deh bikin to do list harian di malam sebelumnya untuk pekerjaan esok hari. Dan disiplin dengan timeline yang dibuat, memang kejadian sehari-hari bisa unpredictable. Tetapi setidak terduganya pekerjaan di hari itu, paling tidak kita punya pegangan to do list, mana yang bisa dikurangi, ditunda, atau digeser waktunya.
  
Libatkan Anak dan Suami untuk Menghidupkan Rumah
Kalau sudah ada to do list harian, saatnya untuk melibatkan “orang rumah” untuk menciptakan rumah lebih bahagia dan homey. Melibatkan anak dan suami untuk ikut berpartisipasi menghidupkan rumah ini penting banget untuk kesehatan mental dan batin moms heheheh… Peranan mereka bukan sekedar berbagi tugas rumah yah. Tapi lebih dari itu, membuat mereka merasa terikat dan ikut bertanggung jawab membuat rumah lebih menjadi nyaman ditinggali bersama.

Misal, mengajarkan anak sedari kecil membereskan mainannya setelah bermain, meletakkan pakaian kotor setelah dipakai di tempatnya, atau hanya sekedar belajar sikat gigi atau pup sendiri. Kalau anak belajar mandiri dari kecil, dia cenderung gak terlalu merepotkan moms. Tapi namanya anak pasti ada momen manja ya moms, thats okay. Yang penting moms mulai dini mengajarkan mereka untuk melakukan hal hal kecil yang bisa ia lakukan.

Selain itu, melibatkan anak dan suami untuk menghidupkan rumah bisa juga dengan membuat kegiatan bersama di rumah yang menyenangkan. Misal, bermain drama bersama sambil membaca buku cerita, indoor camping barengan, memasak bareng, dan masih banyak kegiatan lainny. Intinya mah gimana moms kreatif bikin anak sama suami selalu kangen ama rumah lah.

Hectic? Alihkan Fokus Sesaat 
Misal nih, dari pagi sampai siang moms hectic banget ama kerjaan di rumah. Coba deh alihkan fokus sesaat, bisa dengan cara apa saja. Salah satu yang bisa dilakukan, kalau moms seorang muslim bisa dengan sholat. Di waktu sholat ini berikan waktu lebih panjang untuk berdiam diri dan menenangkan diri. Ini buat neng ampuh melepaskan stress dan menenangkan diri saat suasana hectic.

Cara lain yang bisa moms lakukan bisa dengan menyeduh teh dan meminum teh sambil duduk. Atur nafas dengan perlahan, sesekali pejamkan mata sejenak. Tidak perlu lama cukup 5-10 menit, relaxkan pikiran dan tubuh sesaat. Kalau sudah relax, moms bisa lanjutkan pekerjaan rumah sesuai to do list yang sudah dibuat.

Selipkan Me Time, Paling Tidak Sebulan Sekali
Untuk me time ini agak tricky solution karena neng akui moms di luar sana pasti kesulitan memiliki waktu me time. Mungkin karena kesibukan atau memang anak-anak yang ga mungkin ditinggal begitu saja, entah itu dititipkan ke suami yang libur, atau orang tua, atau sekedar ART di rumah. Tapi, menyelipkan waktu me time di tengah rutinitas harian moms itu berguna banget untuk mengusir kebaperan moms loh.
Apa saja bentuk me time nya? Apa saja yang membuat moms benar-benar relax dan refresh. Bisa dengan perawatan tubuh ke salon, melakukan hobi moms, nonton film, ketemu teman-teman, belanja, atau apa saja kegiatan yang mengisi energi moms untuk penuh lagi. Gak harus dikerjakan di luar rumah, misal mau bikin kegiatan di dalam rumah yang beneran bisa me time ala moms pun bisa. Coba deh cari tahu apa saja kegiatan yang moms sukai yang kalau moms kerjain moms bisa refresh banget setelahnya. Then do it.

Di atas beberapa resep jitu ala neng yah Moms. Semoga bermanfaat. Yang patut diingat sih, kalau moms bahagia, anak anak dan suami juga pasti bahagia. Suasana rumah juga pasti lebih menyenangkan. Kalau sudah demikian, moms akan jauh lebih bahagia kan?

Jangan lupa bahagia


    


Tulisan ini diikutsertakan dalam blog challenge Indscript Writing 'Perempuan Menulis Bahagia'  




Annyeong haseeyoo Yorobuun

Belakangan ini, isu tentang kesehatan mental dan masalah psikologis marak dibicarakan. Termasuk tentang baby blues syndrom atau dikenal juga dengan istilah postpartum distress syndrom. Jika dulu orang terkesan tabu membahas tentang masalah kesehatan mental atau psikologisnya entah kepada dokter atau orang orang terdekat, kini agaknya banyak orang mulai terbuka. Bahkan membahasnya di depan umum, dikaji dalam seminar atau talk show atau sekedar berbagi dengan orang orang terdekat.

Hal ini tentu dampak dari semakin tingginya kesadaran banyak orang akan permasalahan kesehatan mental. Terlebih baby blues syndrom ini layaknya gunung es. Jumlah kasus yang muncul di permukaan masih sedikit jika dibanding banyaknya jumlah ibu yang mengalami depresi setelah melahirkan di luaran sana. Kebanyakan dari mereka bukan tidak mau berkonsultasi atau mencari bantuan, tapi kadang alasannya sesederhana karena mereka atau kita sendiri tidak menyadari dan memahami apa yang sesungguhnya terjadi.

Sebenarnya apa sih baby blues syndrom itu?

Baby blues syndrom sendiri banyak diartikan sebagai sebuah kondisi psikologis dan emosional yang dialami oleh seorang ibu setelah mengalami proses melahirkan. Ibu yang mengalami baby blues syndrom cenderung merasakan emosi, merasa lelah fisik dan mental yang berlebihan, lebih sensitif dari sebelumnya.

Apakah semua ibu mengalami baby blues syndrom setelah melahirkan? Tidak semuanya, namun menurut data yang dikaji di berbagai negara menunjukkan 50-75% ibu mengalami baby blues syndrom. Data ini termasuk yang terjadi di Indonesia. Namun, beberapa ahli menyebutkan di Indonesia jumlah temuan kasus baby blues syndrom ini belum seberapa.
Dalam sebuah artikel di Kompas, Psikolog Fonda Kuswandi, S.Psi., yang juga praktisi hypno-birthing, hypnobreastfeeding, dan hypnoparenting menyatakan setelah melahirkan, hormon-hormon kehamilan menurun drastis. Lalu, diganti dengan produksi hormon-hormon untuk menyusui. Fluktuasi hormonal dalam tubuh inilah yang dapat menimbulkan efek kurang nyaman. Alhasil memicu perasaan-perasaan negatif.

Kondisi ini kemudian diperparah dengan perasaan bersalah terutama pada ibu yang baru pertama kali melahirkan. Kurangnya edukasi tentang bagaimana peran peran sebagai ibu, rasa takut salah memperlakukan anak yang baru dilahirkannya, depresi karena merasa lelah sendirian, dan banyak emosi negatif lainnya.

Namun, sedikit dari ibu yang mengalami baby blues syndrom ini berkonsultasi ke psikolog atau psikiater karena minimnya kesadaran dari supporting system dari ibu yang baru melahirkan itu juga. Di Indonesia, masih ada kultur yang menganggap biasa perubahan emosional pada ibu setelah melahirkan. Serta edukasi tentang sindrom ini ataupun permasalahan kesehatan mental lainnya masih belum merata diterima oleh masyarakat.

sumber : tempo.co


Apa tanda tanda seorang ibu mengalami baby blues syndrom?

Yang paling jamak terjadi adalah perubahan emosional yang signifikan. Beberapa ciri yang sering ditemui sebagai berikut.
- Mudah sedih atau sedih berkepanjangan
- Perasaan bersalah
- Mudah marah
- Merasa terlalu lelah atau cepat lelah
- Merasa takut berlebihan
- Merasa kurang istirahat
- Perasaannya terlalu sensitif
Dan masih banyak ciri lainnya. Coba dicek deh apakah kita atau orang orang yang kita kenal mengalami ciri di atas. Kalau iya maka kemungkinan kita atau mereka mengalami baby blues syndrom.


Berbahayakah seorang Ibu yang mengalami baby blues syndrom? Dan bagaimana cara terbaik menanganinya?        

Berbahaya atau tidak sangat bergantung pada bagaimana kesadaran si ibu. Apakah ia menyadari jika apa yang dialami itu sesuatu sindrom yang memerlukan penanganan? Apakah ia mampu mengendalikan emosi atau pikiran negatif yang ia rasakan? Namun, yang menjadi bahaya adalah ketika dia tidak menyadari apa yang terjadi pada dirinya. Serta lingkungan sekitarnya tidak memberikan dukungan positif ini akan berpotensi terjadinya depresi berkepanjangan. Kita tentu ingat beberapa kasus yang muncul di permukaan seorang ibu yang membunuh anak yang baru ia lahirkan atau seorang ibu yang bunuh diri bersama anaknya. Ini adalah contoh kecil dari bahayanya baby blues syndrom yang tidak tertangani dengan benar.

Di sinilah peranan lingkungan sekitar sebagai supporting system penting. Suami, orang tua, keluarga, teman dan inner circle lainnya dari ibu yang baru melahirkan. Supporting system harus memahami tanda tandanya dan segera tanggap mendampingi, meringankan beban, dan terutama mencarikan bantuan medis. Ajak si Ibu berkonsultasi ke psikolog atau psikiater dan jangan pernah malu melakukannya. Ini juga pesan yang hendak disampaikan Film Korea Kim Ji-young Born 1982 yang diperankan oleh Gong Yoo dan Jung Yu-mi (ulasan film ini akan neng tuliskan di post berbeda), bahwa peran suami dan lingkungan sekitar saat penting dalam masalah kesehatan mental yang dialami oleh seorang istri. Jika memang sudah ada tanda-tanda, maka datang ke ahli untuk mendapatkan saran dan pertolongan medis adalah pilihan yang paling tepat.

Jadi, sekarang mulai peka pada apa yang terjadi pada diri kita sebagai seorang perempuan dan juga mungkin orang di sekitar kita. Semakin cepat masalah kesehatan mental atau baby blues syndrom ini diketahui maka dampak negatifnya akan sangat jauh berkurang.

Jangan lupa bahagia.  





Tulisan ini diikutsertakan dalam blog challenge Indscript Writing 'Perempuan Menulis Bahagia'