Aku, Dia, dan Doa

Bismillahirrahmanirrahim

Annyeonghaseyo yorobuun...

Tadi pagi di akun Facebook neng, neng menulis tentang sesumbar yang selama ini neng ucapkan. Iya, selama tahun-tahun kemarin saat ditanya kapan rencana neng untuk berumahtangga lagi, dengan entengnya neng jawab 20 Februari 2020. Penyebutan tanggal itu ngasal sih sebenarnya, karena tanggalnya cantik. Sesederhana itu. 

Panik kan sekarang wkwkwkkw... Saat tanggal yang dimaksud sudah hitungan hari tapi tidak ada tanda tanda pernikahan. Jangankan tanda, kepikiran aja belom mungkin hehehe... Terus mungkin teman-teman akan bertanya, kalau gak kepikiran mengapa menyebut tanggal itu?

Jawabannya ada 2 karena mekanisme pertahanan diri dan sebagai doa. Mekanisme pertahanan diri, dengan jawaban demikian orang kemudian akan berhenti bertanya aneh-aneh. Dan sungguh itu berhasil untuk neng. Jadi tips juga nih buat teman-teman yang selalu dapat pertanyaan "kapan nikah?" Jawab aja dengan tanggal ngasal. Pasti dijamin pertanyaan-pertanyaan itu akan hilang. Digantikan dengan pertanyaan "Mana calonnya? Atau dapet orang mana?" Wkwkkwkw...

Yang kedua sebagai doa. Iya, meskipun secara khusus neng tidak pernah memikirkan tentang jodoh atau apalag, tapi sebagai perempuan biasa neng merindukan sosok yang bisa dijadikan tempat bersandar. Salah? Tentu tidak. Dan jawaban tentang tanggal itu memang doa yang neng sebutkan secara lantang. 

Tapi apakah itu cukup? Tidak cukuuup Marimaar... Ada ratusan bahkan ribuan doa yang terbisik ke bumi dan terhembus bersama angin. Apakah dengan demikian apakah doa neng otomatis terkabul. Bisa bisa bisa... Tapi apa neng sudah siap jika doa itu terkabul? 

Nah Allah SWT itu bisa paham apakah kita sanggup dan siap jika doa doanya dikabulkan langsung. Kalo udah siap ya langsung terwujud, bisa juga ditunda sebentar, atau bahkan digantikan dengan yang jauuuuh lebih baik. Semua itu tetap berarti Allah SWT mewujudkan doa doa kita dengan hak prerogratif yang Ia miliki. Kapan dan di saat bagaimana tak bisa kita paksakan kehendak kita.

Ada dia dalam setiap doa neng. Lelaki tanpa nama, yang padanya neng gantungkan semua asa. Dia adalah jodoh terbaik dari Allah SWT untuk neng. Siapa, kapan, dan dengan cara apa dipertemukan, Kuasa Allah SWT yang menemukan. 

Pun teman-teman, jika melangitkan doa tentang apapun pasrahkan semuanya pada Allah SWT. Tentunya setelah kita ikhtiarkan yang terbaik. 

Bagi neng, "waktu tunggu" ini adalah saatnya untuk mengupgrade diri dan memoles keimanan serta ketaqwaan. Mengapa? Karena Allah SWT sudah janjikan akan mempertemukan laki laki baik baik dengan perempuan baik baik. Karena neng mau jodoh terbaik dari Allah SWT maka neng juga harus jadi pribadi terbaik. Belajar dan terus berhijrah menjadi lebih baik setiap harinya. Betuuul taakk?

Keep spreading love
Neng Nunung

11:11 moment
Day 32 of 366


No comments:

Post a Comment